Sekolah Lapang, Sukseskan Petani di Desa Sumbersuko

UU

Bondowoso – Suka Makmur 2 merupakan salah satu kelompok tani di Desa Sumbersuko Kecamatan Curahdami yang aktif melakukan kegiatan pertanian. Salah satu kegiatan yang sedang berjalan saat ini adalah Sekolah Lapang (SL). SL ini merupakan kegiatan pengarahan yang diberikan langsung di lapang bersamaan dengan kegiatan praktek langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapang (PPL). “jadi ya, kita diberi pengarahan sekaligus praktek dilapang dek. Jadi lebih enak” tegas Cholis selaku ketua kelompok tani tersebut. Nur selaku PPL di Desa Sumbersuko juga menjelaskan bahwa Sekolah lapang hanya di lakukan di kelompok tani Suka Makmur 2, karena hanya satu kelompok saja yang dapat. SL ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari pembuatan pupuk organik Bokashi serta Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) organik, olah tanah, tanam, pemupukan, pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Jadwal serangkaian kegiatan yang berlangsung sudah ditentukan saat pertemuan awal sekolah lapang. Dimulai dari perendaman benih pada tanggal 22- 6- 2017, dilanjutkan tebar benih pada tanggal 22-6-2017, pengolahan lahan dan pupuk organik dilaksanakan pada tanggal 4-7-2017, tanam dilakukan pada tanggal 7-7-2017, dilanjutkan pada pengamatan OPT I:II pada tanggal 17;21-7-2017, selanjutnya pemupukan I;II dilaksanakan pada tanggal 21-7-2017 dan 11-8-2017 dan yang terakhie panen dilakukan pada bulan Oktober.  Saat mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember berkunjung ke lahan sedang  dilaksanakan kegiatan pemupukan dan pemberian ZPT. “Ya, kalau sekolah lapangnya kebetulan sudah berjalan. Ini tinggal pemupukan kedua”, bagitu tegas Nur. Mahasiswa KKN Universitas Jember juga diajak turut serta dalam pelaksanaan sekolah lapang selanjutnya.  “Monggo nanti pas pemupukan kedua kita kumpul ya. Soalnya nantidisana ada Taruna Tani dan salah satu itu ada dari Patra, Perkumpulan Anak Tani Remaja.” ujarnya.

Kelompok tani Suka Makmur 2 sudah mulai banyak menggunakan bahan-bahan alami. Seperti yang dijelaskan Cholis, ZPT yang digunakan dari bahan alami, yakni dari campuran rebung bambu, keong dan batang pisang. Kelompok tani Suka Makmur 2 sudah mulai banyak menggunakan bahan alami, seperti halnya pupuk yang digunakan saat olah tanah. Anggota kelompok tani disini membuat pupuk Bokashi secara serempak sebelum olah tanah. “kami membuatnya serempak dek, sebelum olah tanah. Kan kebetulan di daerah sini banyak kotoran sapi, ya jadi kita manfaatkan buat Bokashi ini.” begitu kata Cholis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *